Pemilik
rumah pengepul rongsok, Fakis Ismail, 40, mengaku spontan keluar rumah
begitu mendengar suara tubrukan keras. Saat dicek, sumber suara itu
ternyata berasal dari sebuah truk tangki. Usai menabrak truk lain yang
kebetulan sedang terparkir di pinggir jalan. ‘’Sesaat setelah kejadian,
truk yang ditabrak langsung pergi,’’ terangnya.
Dia
bersama warga pun lantas menghampiri sopir truk tangki yang masih
berada di balik kemudi. Sopir itu pun ternyata terjepit diantara kursi
dan stir. Para warga pun berinisiatif untuk mengeluarkan sopir dari
balik kemudi. ‘’Ia kemudian dilarikan ke RSUD Caruban,’’ jelasnya.
Kasatlantas
Polres Madiun AKP Inggal Widya Perdana mengatakan, truk tangki berisi
tetes tebu yang melaju dari arah timur itu diduga dikemudikan sopir yang
sedang mengantuk. Sehingga, sopir tak bisa mengendalikan laju stir dan
terbanting ke sisi kiri. ‘’Berdasarkan informasi yang kami terima,
sebelum menabrak rumah pengepul rongsok, truk itu memang menabrak truk
yang terparkir,’’ jelasnya.
Namun,
dari olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak mendapati
serpihan bodi truk lain di sekitar truk korban tersebut. Sehingga,
petugas kepolisian masih perlu melakukan penyelidikan guna memperdalam
kasus kecelakaan tersebut. Selama olah TKP, petugas juga tidak mendapati
goresan aspal bekas rem. ‘’Korban meninggal dunia saat dibawa ke rumah
sakit oleh warga,’’ ungkapnya.
Pasca
kejadian, arus lalu lintas sempat tersendat lantaran proses evakuasi
berlangsung saat jam sibuk. Truk tangki berwarna hitam itu pun diderek
dan dibawa ke Pos Polisi 902 Lemahbang Saradan. ‘’Jangan paksakan
menyetir saat mengantuk. Karena bisa mencelakai diri sendiri dan
pengendara lain. Jadi lebih baik menepi dan istirahat,’’ imbaunya.