Aksi Bejat Terbongkar, Pedagang Tempura Kabur

img MAGETAN – Nama Jhon (pedagang tempura) dalam pusaran kasus pelecehan seksual yang dialami Bunga (bukan nama sebenarnya) semakin menguat. Selepas peristiwa kelabu di kamar mandi salah satu masjid yang ada di Kecamatan Parang, Jhon tiba-tiba tidak menampakan batang hidungnya. Kuat dugaan, Jhon kabur karena takut kedoknya sebagai predator anak terkuak. ‘’Sekitar tiga harian terakhir (Jhon, Red) sudah tidak terlihat,’’ ujar Romulan, guru Bunga pada wartawan koran ini selepas menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satrekrim Polres Magetan, kemarin (10/11).
Pantauan Jawa Pos Radar Lawu, polisi meminta keterangan seorang laki-laki dan perempuan yang merupakan guru Bunga. Kedua guru ini menjadi saksi kasus pelecehan seksual yang dialami siswa kelas IV MI itu. Salah seorang guru, Romulan pada penyidik kepolisian sempat mengungkapkan pernah bertemu dengan Jhon setelah aksi pelecehan seksual diketahui orang tua Bunga. Hanya, Jhon tak mengakui perbuatan yang dituduhkan padanya. Anehnya, sejak saat itu Jhon sudah tidak terlihat berjualan di seputaran lokasi TPQ tersebut. ‘’Nggak jualan lagi,’’ katanya.
Romulan tak banyak memerinci pertanyaan penyidik dalam pemeriksaan yang dijalaninya. Dia hanya menyebut, pemeriksaan berlangsung sekitar tiga jam. Polisi menanyakan pada Romulan alur cerita anak didiknya mau mengungkapkan pelecehan seksual yang dialaminya. ‘’Ditanya perjalanan sampai tahu kejadian itu,’’ jelasnya.
Romulan menambahkan Bunga tak lagi didatangkan untuk menjalani pemeriksaan. Hanya orang tuanya saja yang dimintai keterangan petugas. Pemeriksaan orang tua Bunga dilakukan pagi. Waktunya persisnya, Romulan tidak tahu. ‘’Dia (Bunga, Red) tidak datang. Hanya orangtuanya tadi pagi,’’ tambahnya.
Pemeriksaan sejumlah saksi rampung sekitar pukul 15.30. Sayangnya, Aiptu Ririn Agustini, Kanit PPA Satreskrim Polres Magetan memilih bungkam. Ririn berdalih tak memiliki kewenangan. Dia justru mengarahkan ke AKP Partono, Kasat Reskrim Polres Magetan. Saat dikonfirmasi, AKP Partono yang berasal dari Ngawi tersebut belum bisa mengungkap kasus itu. ‘’Saya tadi tidak di kantor karena ada kepentingan di luar. Besok saja di kantor,’’ tutur AKP Partono.