Bisa Meluas ke Jalan Pahlawan dan Argopuro

img PONOROGO_Rekayasa satu arah khusus roda empat di Jalan dr. Soetomo sudah berlangsung sepekan terakhir. Selama itu pula, arus lalu lintas di jalan tersebut lebih lancar. Kepadatan kendaraan lebih terurai. Hasil evaluasi sementara dishubkominfo, rekayasa dinilai efektif. Namun, akan berdampak pada dua jalan lain, yakni Jalan Pahlawan dan Argopuro. Penataan bisa meluas ke dua jalan tersebut. ‘’Dampak ke jalan lain yang ada di sekitar jalan yang direkayasa itu tidak dapat terhindarkan,’’ terang Kepala Dishubkominfo Ponorogo Junaedi, kemarin (13/11).
Sejak rekayasa diterapkan Senin (7/11) lalu, volume kendaraan yang melintas di dr. Soetomo mengalami penurunan signifikan. Saat masih dua arah, belasan kendaraan roda empat melintas dalam satu menit. Usai direkayasa, berkurang setengahnya. Terlebih, di jam-jam padat. Junaedi memerinci, ada tiga jam padat Jalan dr. Soetomo, yakni pukul 06.00 hingga 07.00, pukul 12.00 hingga 13.00, serta malam hari mulai sekitar pukul 19.00. Penyebab ketiga jam padat itu diantaranya jam berangkat sekolah atau bekerja, jam makan siang, serta jam besuk siang dan malam hari di dua rumah sakit di Jalan dr. Soetomo. ‘’Selain di tiga jam padat itu, sebenarnya normal. Terhitung ramai lancar,’’ ujarnya.
Masalanya, tidak bisa menyebut bahwa penyebab kepadatan kendaraan di Jalan dr. Soetomo murni karena keberadaan dua rumah sakit tersebut. Setelah diusut, volume roda empat yang masuk dari barat Jalan dr. Soetomo rupanya sama besar dengan yang masuk dari arah timur. Junaedi menyatakan, rekayasa satu arah di Jalan dr. Soetomo akan terus dievaluasi. Pihaknya saat ini juga terus menghitung lalu lintas harian di jalan tersebut. ‘’Sebab ada dampak di dua jalan,’’ terangnya.
Kedua jalan yang dimaksud adalah Jalan Pahlawan dan Argopuro. Kendaraan roda empat yang hendak masuk ke Jalan dr. Soetomo dari arah barat beralih melalui jalan tersebut. Sementara, Jalan Argopuro menjadi jalur luapan kendaraan roda empat yang hendak menuju timur, jika dari Jalan Pahlawan. Kedua jalan tersebut, menurut Juanedi, terus dikaji hingga sepuluh hari kedepan untuk mengetahui perlu tidaknya perluasan rekayasa lalu lintas. ‘’Meskipun sehari-hari tidak terlalu ramai, tidak menutup kemungkinan ada potensi peningkatan volume kendaraan di dua jalan tersebut,’’ jelasnya.
Saepul, salah seorang abang becak yang biasa mangkal di jalan tersebut mengungkapkan bahwa usai direkayasa, Jalan dr. Soetomo menjadi lebih lancar. Pun banyak komentar serupa dari pengguna jalan lain. Kendati demikian, masih ada masalah. Yakni, penataan parkir. Menurut Saepul, petugas parkir di jalan tersebut kerap mengabaikan tanda larangan. Padahal, mengakibatkan munculnya potensi yang dapat membahayakan pengguna jalan.