Kata
dia, pada Minggu (13/11) sekitar pukul 22.00 WIB, Ag nekat menyatroni
kamar He. Malam itu He berada di rumah orang tuanya yang tinggal di
wilayah Kecamatan Karangjati. Perempuan itu sebulan terakhir sudah pisah
ranjang. Suaminya tinggal di Kecamatan Padas, Ngawi. Pada Senin (14/11)
dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, warga di lingkungan He melakukan
penggerebekan. Saat digerebek Ag dan He sama-sama dalam kondisi bugil
dan melakukan perbuatan selayaknya pasangan suami istri. ‘’Anggota
datang ke TKP dan langsung mengamankan keduanya berikut barang bukti ke
Mapolsek Karangjati,’’ ujarnya.
Pengakuan
kepada penyidik, jika Ag dan He kompak menjawab baru sekali melakukan
hubungan seksual. Keduanya sudah saling kenal sejak lama lewat lewat facebook.
Namun intens berkomunikasi baru dilakukan September 2016, tepatnya
setelah Lebaran. Eko mengatakan, pasca menjalani pemeriksaan petugas
tidak melakukan penahanan. Sebab, selama pemeriksaan kooperatif.
Keduanya bakal dijerat pasal 284 KUHP ayat 1 tentang Perzinaan dengan
ancaman pidana 9 bulan penjara. ‘’Tidak ditahan karena kooperatif, tapi
kami kenakan wajib absen,’’ ujarnya.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Lawu,
penggerebekan bermula saat perempuan berkulit sawo matang itu
sebelumnya berkirim SMS dengan selingkuhannya. Keduanya akhirnya saling
berbalas chat yang menjurus arah seksual. Sebelum masuk ke
kamar, Ag memarkir sepeda motor Kawasaki Ninja RR tanpa pelat nopol di
kebun jati, sebelah bangunan bekas gudang tembakau. Jaraknya 10 meter
dari rumah He.
Setelah
mengendap-ngendap, Ag berhasil masuk kamar. Keduanya lantas bermesraan
di dalam kamar. Sekitar pukul 01.00 WIB, Fajar, salah seorang warga yang
rumahnya di depan gudang bekas merasa curiga. Dia melihat sepeda motor
Ninja RR tanpa nopol parkir di kebun jati. Pemuda 23 tahun mengira jika
itu motor maling. Selanjutnya Fajar menghubungi tiga teman lainnya untuk
mengecek motor asing itu.
Nah,
di sekitar lokasi motor terparkir ada bekas jejak kaki. Saat
ditelusuri, jejak kaki tersebut berujung di rumah He. Saat itu, lampu
utama rumah dalam kondisi padam, tapi lampu kamar He menyala. Karena
curiga, Fajar dan kawan-kawan (dkk) mengintip ke dalam kamar tersebut
melalui celah dinding yang terbuat dari blabak. ‘’Saya dilapori beberapa
pemuda jika sudah menggerebek pasangan mesum, pelaku He dan seorang
pemuda,’’ ujar Setiawan, kepala dusun di lingkungan He.
Kata
dia, para pemuda itu terkejut saat tahu yang ada dalam kamar adalah dua
orang beda jenis kelamin dalam kondisi bugil. Keduanya sedang
berhubungan badan selayaknya suami istri. Sosok perempuan tersebut sudah
dikenal sebagai He, sedangkan laki-laki terasa sangat asing. Fajar dkk
langsung meneriaki keduanya yang sedang melampiaskan syahwatnya itu.
Karena teriakan tersebut, He dan Ag tersentak kaget. Buru-buru keduanya
mengenakan pakaian. Salah seorang teman Fajar lalu menelepon Polsek
Karangjati dan kemudian melakukan penggerebekan dalam rumah. ‘’Suaminya
juga kami panggil untuk datang langsung ke lokasi,’’ jelasnya.
Setiawan
mengatakan jikaAg masuk ke dalam rumah He melalui pintu belakang.
Setelah sebelumnya sudah janjian menentukan waktu sepinya rumah. S,
bapaknya yang saat itu tiduran dan menonton televisi pun tidak menyadari
kedatangan Ag. ‘’Bapaknya tidak tahu kedatangan si pria. Juga merasa
tidak mendengar adanya suara gaduh layaknya orang bersetubuh,’’
jelasnya.
Kata
dia, warga lantas mengetuk pintu depan dan membangunkan S. Kemudian
meminta Ag dan He keluar dari kamar. Tak berselang lama anggota dari
Polsek Karangjati dan suaminya datang ke lokasi. Dijelaskan, dirinya
sudah mewanti-wanti warga agar tidak main hakim sendiri. Sebab sudah ada
petugas kepolisian yang menangani. ‘’Kasus ini sudah diadukan suaminya
ke Polsek Karangjati,’’ pungkasnya.
Sudah Pisah Ranjang Sebulan Terakhir
SEBELUM
ada aksi penggerebekan warga, biduk rumah tangga He dan ES memang
seakan sedang diterpa puting beliung. Hal itu diungkapkan Setiawan,
kepala dusun di lingkungan He. Dia mengetahui keretakan hubungan He dan
ES saat proses berita acara pemeriksaan (BAP) di Mapolsek Karangjati
Senin (14/11) lalu. ‘’Dari keterangannya ke polisi sudah ada
gonjang-ganjingnya,’’ kata Wan –sapaan akrabnya- saat ditemui Jawa Pos Radar Lawu, kemarin (15/11).
Wan
mengungkapkan, He dan ES yang sudah menikah selama tiga tahun itu
sepakat pisah ranjang. Keduanya memilih tinggal di rumah orang tuanya
masing-masing. He menetap di Karangjati. Sedangkan ES bersama anaknya
yang masih berusia 2,5 tahun tinggal di wilayah Kecamatan Padas. Namun
dirinya tidak mengetahui pasti sejak kapan pisah ranjangnya itu
berlangsung. ‘’Alasan pisah ranjangnya apa saya ya juga tidak tahu,’’
katanya sambil menyebut jika ES sebagai karyawan swasta dan He ibu rumah
tangga.
Jawa Pos Radar Lawu
sempat mendatangi rumah He untuk konfirmasi. Namun He tidak tampak
batang hidungnya. Sedangkan S, bapaknya tidak terlalu banyak bicara.
Saat ditanya tentang penggerebekan warga, hanya menjawab mengaku kaget.
Pasalnya sekitar pukul 22.30 WIB dirinya masih terjaga menonton
televisi. Kemudian terbangun saat ada ramai warga yang datang. Begitu
juga ketika ditanya tentang status He dengan ES sebagai suami istri.
Juga He yang berhubungan dengan Ag saat malam penggerebekan. ‘’Halah sudah nggak ada apa-apa,masalahnya sudah selesai,’’ katanya singkat.
Sejumlah
warga saat dimintai keterangan mengaku tidak terlalu tahu kehidupan
rumah tangga He dan ES. Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing dan
tidak terlalu memikirkan kehidupan orang lain. Berdasarkan informasi
yang dihimpun, He dan ES berencana bercerai awal 2017 nanti. Sebab
keduanya merasa sudah tidak ada kecocokan.
Belakangan,
keduanya terlibat cekcok yang mengakibatkan ES memilih pulang ke rumah
orang tuanya sendiri. Hal itu lah yang membuat keduanya memutuskan untuk
pisah ranjang. Namun, terlepas dari pisah ranjang yang dilakukan, ES
memang jarang di rumah. Dia bekerja sebagai kuli bangunan di Surabaya.
‘’Pulang ke rumah juga hanya dua kali dalam sebulan,’’ kata sumber yang
enggan namanya dikorankan.
Sedangkan
He dan Ag, sebetulnya sudah saling mengenal sejak lama via facebook.
Namun komunikasi yang intens baru dilakukan setelah Lebaran. Yakni
ketika hubungan He dengan ES merenggang. Dari jalinan komunikasi itu,
keduanya sering bertemu di wilayah tempat wisata Waduk Sangiran. ‘’Tapi
kalau masalah hubungan keduanya berlanjut ke ranjang ya tidak tahu,’’
jelasnya.