Informasi yang dihimpun, kecelakaan ini bermula ketika truk gandeng melaju dari arah barat ke timur selepas traffic light
ringroad barat Jalan Soekarno-Hatta. Melaju searah di belakangnya,
Cindy, berboncengan dengan Aisyah. Motor yang dikendarai kedua pelajar
kelas XII MAN 1 Ngawi itu menyalip truk gandeng dari sisi kiri. Nahas,
setelah melewati bagian gandengan truk, jalan yang dilalui rusak dan
berlubang. ‘’Ada lubang besar yang sudah tergenangi air,’’ kata Jarwo,
warga setempat.
Sepengetahuan
dia, Cindy berusaha menghindari lubang dengan banting setir ke kanan.
Namun, upaya tersebut gagal dilakukan karena jaraknya yang sudah dekat.
Roda ban motor masuk ke dalam lubang tersebut. Akibatnya, Aisyah
terjatuh dari motor ke kiri, sedangkan Cindy ke kanan. Dia terlindas
roda depan gandengan truk dari arah belakang. ‘’Truk gandengannya lalu
berhenti karena mungkin merasa ada guncangan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lawu.
Munir,
guru tata usaha (TU) MAN 1 Ngawi mengungkapkan, sejatinya Cindy berniat
mengantarkan pulang sekolah Aisyah ke rumahnya di Dusun Bulung. Namun
ternyata, belum sampai tujuan, laka lantas menimpa Cindy. Dia meninggal
dunia akibat tergilas roda truk gandeng. Lantaran mencoba menghindari
lubang jalan. Jasadnya yang terluka parah dibawa ke RSUD dr Soeroto
Ngawi. Sedangkan Aisyah dilarikan ke RS Widodo Ngawi. ‘’Saya dapat kabar
ini, lalu datang ke lokasi dan membawa Aisyah ke RS Widodo,’’ katanya
sambil menyebut jika keluarga Cindy juga sudah dihubungi.
Petugas
Pos Laka 1 Satlantas Polres Ngawi yang datang langsung melakukan olah
TKP. Juga meminta keterangan sejumlah saksi. Kemudian motor Vario
diamankan ke pos laka. Sedangkan kasus laka lantas ini sedang dalam
penanganan Satlantas Polres Ngawi