Tren gaun yang dipergunakan sejumlah model papan atas di even tersebut beberapa waktu lalu, sudah jadi bahan perbincangan dunia.
Apalagi kalau bukan model gaun superseksi yang begitu mengekspos daerah sensitif wanita.
Gaun itu sangat terbuka di bagian kaki, dengan desain tiga bagian kain yang menjuntai ke bawah.
Dengan desain itu, maka kaki pemakai gaun ketika berjalan akan terlihat jelas, mulai dari bawah ke atas.
Sementara daerah vital wanita, hanya ditutupi sejuntai kain di daerah tengah.
Sekilas, mereka yang memakai gaun superseksi ini seperti tidak memakai celana dalam.
Tapi jangan salah, karena di The Daily Mail, penata busana Naomi Isted membuka rahasia bagaimana bentuk celana dalam, yang digunakan para model ketika memakai gaun itu.
Mereka tetap memakai celana dalam dengan berbagai pilihan.
Pilihan pertama adalah memakai lapisan kain tipis, dengan warna yang sama dengan warna kulit.
Bagi yang ingin lebih nekat, ada pilihan memakai celana dalam bermodel c-string.
Celana dalam model itu bentuknya seperti pembalut.
Tidak melingkar ke pinggang seperti halnya celana dalam konvensional.
Artinya, celana dalam itu hanya menutupi vagina seorang wanita.
Naomi mengakui tren gaun selebritas itu memang sangat ekstrem, dan tidak 'realistis' untuk dipakai orang umum, apalagi dalam kondisi harian, meski di dunia barat, memakai busana 'terbuka' sudah jadi hal yang lumrah.
"Gaun ini tidak realistis dipakai orang umum. Ini sangat berbahaya, karena bisa saja terjadi 'kecelakaan' (terbuka). Apalagi bila memakainya tanpa celana dalam, sungguh jadi sebuah bencana," kata Naomi.
